0

RANIA : Princess Nathania and The forest Troops Chapter 4

Posted by Nikki murniati on 19.21
more info about RANIA, you can follow @RaniaNovels @nikkimurniati_ on twitter


Aku tak mengerti kenapa semua orang ketakutan setengah mati ketika mendengar nama itu disebut? Memangnya menyebutka nama itu bisa membunuhku saat itu juga?

Apa anda sedang membuat lelucon, Tuan Madison? Memangnya apa hubungannya kematian orangtuaku dengan nama itu?” Dia terlihat gugup mendengar tanggapanku, tapi kemudian menggeleng sekali lagi meyakinkan dirinya sendiri. “Setahuku dia cuma tokoh fiksi yang jahat di dongeng “3 kerajaan”” Aku menambahkan.

Kau yakin mengenalnya dalam dongeng?”

Tentu saja, Itu kan yang Bibi Marry ceritakan setiap malam saat kecil.”

Paman Gareth tersenyum memandangku, Aku memberinya pandangan seolah sedang berkata, “Apa-apaan sih ini?”

Aku sama sekali tak menyalahkanmu,” keluh Tuan Madison, memberiku pandangan meremehkan saat ini, lalu bangkit berdiri dan berjalan memutariku sambil terus mengoceh..

“Semua orang berusaha menyembunyikan kenyataan dan melupakan masa lalu mereka yang mengerikan. Tapi anakku, Raja Tyrone dan kerajaannya memang benar-benar ada. Belum sempat aku mengomentari penjelasannya yang tak masuk akal, dia telah menyelaku lebih dulu. Meskipun kau hanya mengetahuinya sebagai dongeng, maukah kau menceritakan kepada kami isi dongeng itu?”

Aku terkesiap, berusaha tampak sewajar mungkin ketika menceritakan semua yang kutahu tentang dongeng 3 kerajaan yang pernah di ceritakan Bibi Marry padaku berulang kali, tentang siapa Raja Tyrone, kekejamannya saat Kerajaan Elroy berkuasa, tentang Pasukan Hutan mengerikan yang dimilikinya, tentang keadaan pada saat peperangan dengan Kerajaan Rania terjadi, tentang kemungkinan Raja Tyrone untuk menuntut balasan pada Rania akan kekalahannya. Tentu saja aku sangat hapal, dongeng itu memang menarik seolah menyihirku.

Kemudian aku mengakhiri, Tapi itu kan cuma dongeng? Maksudku, tentu saja itu tidak benar-benar terjadi,

Ya, memang mustahil terjadi, kalau kau masih saja beranggapan mereka itu tidak  benar-benar nyata. Tapi semua yang kau ceritakan pada kami bukan sekedar dongeng biasa, Nat. itu adalah kebenaran yang terjadi beratus-ratus tahun yang lalu.” Aku memberinya pandangan meragukan, menurutku setengah dari jiwanya juga seperti berontak terhadap apa yang dikatakanya. “Kerajaan kita memang telah mengalami peperangan besar dengan Kerajaan Elroy pada masa itu. Kejayaan yang kita memiliki tidak datang begitu saja,” Dia melanjutkan.  “Sebelum Rania, Kerajaan Elroy-lah yang berkuasa di dunia. Dan seperti yang kau katakan di akhir ceritamu, Raja Tyrone akan kembali untuk merebut kekuasaan yang pernah dimilikinya,

“Wow,” Aku tak tahu harus berkomentar apa lagi, sementara Tuan Madison dan Paman Gareth saling pandang prihatin. “Tunggu dulu,” selaku. “Apa anda sedang berusaha menjelaskan kalau apa yang selama ini kudengar sebagai dongeng adalah nyata?’

Mereka mengangguk  bersamaan,

“Raja Tyrone benar-benar ada?”

Paman Gareth mengangguk lagi,

“Pasukan hutan nyata? Benar-benar ada Gru – monster tanah? Elroy benar-benar ada?”

“Ya, Nak.”

“Ini benar-benar tidak lucu,”

“Memang tidak, tapi itu benar.”

“Sori tapi Aku bukan anak kecil yang bisa ditakut-takuti.”

“Aku juga merasa begitu  ̶ ”

“Darimana anda tahu bahwa itu benar? Anda kan juga tidak hidup beratus-ratus tahun yang lalu, anda juga sepertiku cuma mendengarkannya dari cerita yang turun temurun. Bagaimana kalau yang anda yakini ini salah, dan Aku yang benar?” tanyaku, mulai kehilangan kesabaran.

Tuan Madison masih bersikap sangat tenang. Akan sangat menyenangkan kalau itu kebenarannya. Aku tidak menyaksikannya secara langsung, tentu saja. Tapi kita memiliki banyak bukti-bukti kuat, bukan hanya cerita turun menurun seperti yang kau katakan..

Kita tidak pernah tahu dimana atau kemana Raja Tyrone setelah kekalahannya, itu tentu saja menguatkan pendapatmu. Tetapi yang kudengar, saat ini dia tak lagi sekeras itu menyembunyikan diri. Kurasa dia semakin percaya diri akan kekuatan baru yang sedang dibangunnya.”

Apa seseorang pernah melihatnya secara langsung?” tantangku.

Belum, Nak.” Aku tidak lagi bisa menahan dengusanku, “Tak mungkin secepat itu. Yang dilakukannya saat ini baru sebatas menyebar teror supaya semua orang hidup dalam keraguan dan ketakutan, sebelum kemudia dia melakukan apa yang menjadi tujuan utamanya yaitu menyerang Rania.” Dia menambahkan segera.

Kemudian Dia menghentikan ceritanya, menarik napas dengan lelah.

Baiklah aku memang bukan tipe orang yang mudah diyakinkan atas sesuatu, tapi harus kuaikui yang di katakan Tuan Madison memanglah benar, banyak hal-hal yang sulit diterima akal sehat terjadi akhir-akhir ini, yang paling mencolok adalah adalah cerita yang kudengar tentang munculnya Lambang Burung Gagak di suatu malam. Burung Gagak sendiri, memang menjadi Lambang bendera Kerajaan Elroy. Mungkinkah ini semua berkaitan?

 “Baik. Anggap aku percaya dengan yang anda katakan-“

“Kau memang harus percaya!“

“Itu masih belum menjawab apapun,” potongku.Kenapa mereka harus membunuh semua keluargaku?”

Itulah kenapa kau ada di sini!” Dia mulai tidak sabar, “Dan apakah kau benar-benar tidak bisa melihat hubungannya? Kalau rakyat Rania telah hidup dalam ketakutan dan kemudian kita kehilangan pemimpin kita, pegangan kita, mereka membuat kita semua merasa seolah-olah tidak memiliki harapan bertahan. Dengan begitu mereka akan dengan mudah menghancurkan kita.

Memang Tidak. Aku setuju akan hal itu. Memang itulah yang kurasakan sekarang.

Saat itu Tuan Madison menghentikan kegiatan berjalan berkelilingnya dan berdiri menghadap padaku.

Tetapi itu tidak sepenuhnya benar, kita semua tidak kehilangan harapan, karena dia telah melewatkan sesuatu.”

Apa?”

“Kau,

Oh! Aku menahan napas, menyembunyikan kengerian yang memenuhi kepalaku ini.

“Jadi apa rupanya yang membuatku jadi yang terlewatkan?”

“kalau Dia berusaha menghabisi seluruh keturunan kerajaan Rania, dan mengetahui bahwa kau masih hidup. Aku yakin menghabisimu adalah tujuan pertamanya sekarang.

Wah, dia menyampaikan kabar itu dengan penuh kelembutan. Aku akan dihabisi? Kalau ada kabar baik yang ingin kudengar setelah kematian orangtuaku, mungkin berita ini memang yang paling tepat.

“Kita tidak bisa menyembunyikan fakta ini lebih lama, Peperangan itu akan terjadi lagi.”

Oh, Aku khawatir kau terlalu cepat, Arthur.Paman Gareth menyela.  “Kau membuat keadaan semakin terlihat begitu buruk di matanya.”

Kau tahu Itu bukan tujuanku, Gareth. Aku hanya berusaha menyampaikan apa yang harus dihadapinya.

Mereka saling melempar pandangan sengit. Sesaat aku mengira akan ada semacam perdebatan diantara mereka, tetapi kemudian mereka saling mengangguk mengerti, situasinya sudah buruk sekali tanpa harus ditambah pertengkaran mereka.

Tuan Putri, kita tidak bisa menghindari perang ini. Kerajaan kita akan kembali berperang, perang yang akan menjadi penentu nasib Rania. Tetapi kau pun tahu bahwa kita semua masih jauh menuju itu. Hal yang segera akan dilakukan adalah mempersiapkan sebaik mungkin. Dan tentu saja, saat ini melindungimu adalah prioritas utama Kerajaan.”

Aku tidak sadar mulutku setengah menganga saat ini,

Baiklah fakta yang bisa disimpulkan adalah, Aku seorang gadis 17 tahun, yang baru di tinggal mati seluruh keluargaku, aku harus memimpin sebuah Negeri menghadapi masa Peperangan, dan parahnya saat ini aku menjadi buruan seorang Raja yang jahat.

Dengan sangat menyesal Aku harus mengatakan Aku akan kembali menduduki jabatan Raja Pengganti, menggantikan posisi ayahmu untuk sementara waktu sampai kau siap melanjutkan takhta ayahmu menjadi Ratu Rania.”

Seolah itu penting untuk kuketahui, gerutuku dalam hati.

“Ya, aku tahu kau tidak siap, Nak. Tapi kau harus. Negeri ini akan berperang, dan bukan perang seperti biasanya. Kita semua membutuhkan seorang pemimpin dan itu harus kau. Tidak perlu takut, Nathania. Kami semua akan melindungimu, tentu saja.”

Takut? Tentu saja ya! Ya, Aku takut mati tentu saja, tapi lebih menakutkan mendengar harus memimpin negeri dalam kondisi begini.

Tapi kemudian Aku gemetaran ketika mendengar sorak sorai memenuhi Aula, bahkan samar kudengar beberapa meneriakkan kata-kata “Panjang umur, Ratu Nathania”. Tuan Madison benar, mereka masih memiliki Harapan di dalam mata mereka karena keberadaanku. Dan Aku tidak tahu harus bersyukur atau justru sedih melihat ini. Mereka begitu percaya kami akan bisa melaluinya dengan kemenangan seperti biasa.

Tapi apa yang bisa kulakukan?

Rania melawan Elroy?

Memangnya mereka tidak pernah mendengar dongeng itu apa? Aku akan menjadi Ratu Rania sementara kerajaan akan berperang melawan makhluk-makhluk sihir? Yang benar saja!

“Kurasa cukup untuk malam ini. Silahkan para juru masak untuk kembali ke dapur untuk  menghidangkan makanan. Jangan sampai kita semua mati kelaparan sebelum peperangan itu terjadi,” kata Paman Gareth, seolah perang adalah seperti sekedar menantikan pertandingan gulat kerajaan. Dia pasti bercanda!

Tuan Madison menepuk pundakku, Aku tersenyum dengan setengah hati dan berjalan bersama yang lain menuju meja makan.

Ini adalah makan malam terburuk seumur hidupku, bukan saja karena tak ada lagi ibu cerewet yang tak pernah berhenti mengingatkanku menghabiskan makanan, tapi informas-informasi yang baru saja kudengar, cukup untuk memporak-porandakan hatiku. Mau tak mau Aku berpikir di sini di Aula ini kami semua makan dengan tenang, sampai kapan kami bisa merasakan ini lebih lama lagi?

Aku tak langsung pergi ke menaraku setelah makan malam, mengamati orang-orang meninggalkan Aula sambil mengucapkan selamat malam padaku. Mengabaikan kakunya tubuhku karena kelelahan, Aku mendekati Tuan Madison yang telah bersiap untuk meninggalkan Aula.

“Tuan Madison,” panggilku.

Kau belum kembali ke menaramu? Dimana Marry, bukankah harusnya dia menemanimu naik?” Dia tampak terkejut, memandang berkeliling Aula yang mulai kosong.

“Er, Aku menyuruh Bibi Marry menunggu.Aku berkata gugup, tak tahu kenapa Aku harus bersikap begitu. Tuan Madison memandangku curiga, tapi tak berkomentar dan menungguku melanjutkan. 

“Apa anda keberatan bicara sebentar denganku?”

Sesaat, dia tampak akan menolak, tetapi Dia kembali memandang berkeliling Aula, mempertimbangkan. Baiklah, tapi kita akan bicara di ruanganku,” katanya.

Lalu, dia membawaku ke lorong istana berlantai marmer yang dingin bahkan untuk sepatuku. Kami berbelok ke kanan dua kali sebelum menemui sebuah pintu kayu tua yang catnya sudah mengelupas, tidak ada kirai jendela, tidak ada ventilasi udara, hanya dinding gelap yang lembab, tapi aku yakin ini adalah yang dikatakan Tuan Madison sebagai ruangannya.

Seingatku, dia memang tak memiliki keluarga, seluruh hidupnya di serahkan untuk mengabdi pada Rania, benar-benar mengharukan.

Aku belum pernah masuk keruangannya, dan memang tak memiliki alasan untuk berada disana.
Tuan Madison memutar kunci, terdengar bunyi klik nyaring dan ruangan itu terbuka. Yang pertama terlintas dalam benakku adalah Ruang Tahanan bawah tanah untuk para penjahat dan pembelot. Tempat ini sama sekali tidak pantas disebut sebagai kamar seorang Raja, bahkan Raja Pengganti sekalipun. Kalau dibandingkan Ruangan Khusus Ayahku, tempat ini lebih mirip Gua tempat tinggal raksasa dalam dongeng “Raksasa yang baik hati”, dongeng lain yang sering dibacakan Bibi Marry. 

Kamarku mungkin tak semewah milik ayahku, tetapi lebih luas dan indah jika di banding ini.
Ruangannya hanya terdiri atas ranjang kecil di sudut ruangan, meja kerja teronggok di sudut lainnya dan beberapa perabotan yang dapat dihitung jari jumlahnya. Hal yang menggangguku adalah, bahwa ruangan ini hanya memiliki satu penerangan, dari obor yang menancap di dinding. Aku tak mengerti mengapa, kenapa Tuan Madison tidak meminta lebih banyak Obor atau bahkan ruangan yang layak? Aku yakin pihak istana tidak akan menolak apapun yang diinginkannya.

Belum puas atas rasa tercengangku, Tuan Madison menyuruhku duduk di sebuah kursi tua di depan meja kerjanya. Ia sendiri duduk di kursinya. Apa yang ingin kau bicarakan denganku, Tuan Putri?” tanyanya, tak tergganggu atas pandanganku terhadap ruangan ini. Aku berusaha memusatkan diriku pada Tuan Madison.

Aku hanya memiliki beberapa pertanyaan,”

Dan apakah itu?”

Dimana Paman Steve? Dia tak berada di pemakaman.”

Paman Stephen, adalah adik kandung ayahku. Kakek dan Nenekku hanya memiliki 2 orang putra, dan seingatkuPaman Steve meninggalkan istana saat aku masih kecil, dia menjadi raja di sebuah kerajaan Haermes, di Timur Rania.

Aku sangat heran kau baru menanyakannya sekarang,cetusnya sembari tersenyum padaku.

“Kalian berbicara seolah-olah hanya aku yang tersisa dalam keluargaku, masih ada Paman Steve, dan Dia juga seorang keturunan Rania,” tanggapku, mengabaikannya.

Benar, tuan putri. Itulah sebabnya dia tak ada di pemakaman itu.

“Er, aku tidak mengerti  ̶  ”

Karena kau bukan satu-satunya keluarga kerajaan yang tersisa, dan Raja Tyrone tahu itu. Karena itulah dia juga memburu pamanmu. Dia bersembunyi saat ini,jelas Tuan Madison.

Bagaimana anda tahu?”

Itu mudah sekali di tebak, Nak. Apa yang kau lakukan, saat mengetahui seluruh keluargamu mati dibantai dan kau menjadi salah satu yang selamat?”Aku ingin menjawab itu kan memang yang saat ini terjadi padaku, tetapi dia telah lebih dulu menyelaku. Kau beruntung terlindungi dengan aman di istana ini, setidaknya Raja Tyrone harus menampakkan diri dan melawan kita semua untuk mendapatkanmu. Berbeda dengan Pamanmu, Dia hanya tinggal  di sebuah kerajaan kecil, kau tidak bisa mengandalkan itu

Lagipula kami sudah mengirim utusan kepadanya untuk memberitahu kematian keluargamu, tapi seperti dugaanku, dia tak lagi berada di istananya.”

Kalau begitu kenapa kita tidak melindunginya juga? Dia punya kesempatan yang sama denganku untuk menjadi Raja Rania.”

Itu tidak benar, dia tidak memiliki hak sama sekali. Sejak dia meninggalkan istana ini, pamanmu telah melepaskan ikatannya dengan Rania.”

Dia berada dalam bahaya saat ini, dan kalian akan membiarkannya begitu saja?”tanyaku tak percaya. Kedengaran lucu juga ketika aku sendiri berada dalam bahaya yang sama, nyawa orang lain justru yang kupikirkan.

Bukan kami yang memutuskan, dialah yang membuat pilihan. Dia membuat kesalahan, dan mungkin itu yang Dia inginkan untuk menebusnya. Kau terlalu kecil saat itu untuk mengerti.”
Aku tak berkomentar, masih merasa kasihan atas ketidakadilan yang menimpa pamanku. Tapi Aku punya firasat Tuan Madison tidak akan mau membicarakannya lagi.

Apa kau sudah selesai dengan pertanyaanmu?” tanyanya.

Belum, ada satu lagi yang ingin Aku tanyakan.”

Dengan senang hati, Tuan Putri.Ada nada sarkasme dalam kata-katanya, aku tahu itu.

Aku mendengar kabar tentang hilangnya Aaron,

Aaron adalah pengawal pribadiku, sudah lebih dari seminggu Aku tak melihatnya. Kabar hilangnya Dia mulai beredar di kalangan kerajaan. Aku tak tahu seberapa penting ini tapi Aku merasakan sesuatu yang aneh saat membahasnya.

Aku khawatir itu benar, Tuan Putri. Dia memang menghilang, dan kami belum menemukan tanda-tanda dimana dia berada. Tapi kurasa kau tidak perlu khawatir, dalam kondisi seperti ini keamananmu tentu saja menjadi sangat penting, dan aku juga sudah mendapatkan pengganti Aaron, kurasa dia sangat pantas

Aku tidak sedang mengkhawatirkan keadaanku, sanggahku.

Lalu apa yang kau khawatirkan?”

Aku tidak tahu, cuma merasakan sesuatu yang aneh.”

Kau sudah mengalami banyak hal berat hari ini, Aku mengerti. Aku akan mengantarmu ke menara,dan mulai sekarang menaramu akan benar-benar terawasi, beberapa pengawal akan ditempatkan di sana. sekarang  kau bisa Beristirahat. Besok setelah pelantikanku, aku akan mengajakmu bertemu pengawal barumu.

Namanya Lance Haynsworth.”

***

|

0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 scribens de caelo !! All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.