0

ME AND AMAZING POSTS

Posted by Nikki murniati on 09.21

Haiahhhhh Guys!!!! *lambaikan tangan ke monitor.

Kalian harus tahu selama 30 menit ini yang aku lakukan cuma memandang bingung layar monitor. Gak tahu harus ngomong apa lagi. Berasa kayak ninggalin pacar selama sekian lama dan saat ketemu lagi ngerasa bersalah dan canggung-canggung gimana gitu. *Apasih Nik -_____-

Aku tahu gak mungkin banget bakal segera Up-date Chapter 8 Seri 1 Rania, tanpa minta maaf atau mungkin basa-basi dikit. Abaikan aja kali ya post yang ini *malu sendiri.

Ya, post kali ini lebih ke berbagi pengalaman renungan aku selama beberapa bulan pergi tanpa pertanggungjawaban aja kali ya :D

Nah, hal pertama yang aku rasakan saat memutuskan rest dari Rania adalah….. Hampa. Lebay kan? Ya gitulah. Tapi mungkin aku bersyukur juga karena setidaknya dalam hal ini untuk pertama kalinya aku bisa mencapai target (satu-satunya hal yang susah banget gue capai dalam menulis). Setidaknya gue merasa bisa istirahat dengan tenang selama beberapa bulan terakhir ini =D. targetku memang gak besar sih cuma ingin selesaian Rania seri 2 sebelum focus UN. Dan, Grateful… itu bisa tercapai.

Dan sekarang setelah melalui itu semua, justru aku merasa takut. Lebih takut dari ninggalin Rania selama beberapa bulan terakhir ini.

Kenapa? Rania seri terakhir sudah di susun, sudah di tetapkan endingnya. Dan…. Apakah gue bakal bisa menyelesaikannya sesuai harapan? Apakah gue bakal puas sama hasilnya setelah selesain semuanya? Apa bakal gagal? Apa bakal buruk? Jujur ini buruk banget di hati gue.

Ya I know, I’m not a great author. Tapi semua orang punya harapan, semua orang punya ambisinya masing-masing. Dan ini gue! seumur hidup aku berdoa suatu saat mendapat sesuatu yang bisa bikin diriku bangga menjadi seorang Nikki. Dan Tuhan seperti ngasih jalan (menurut Gue) dengan menumbuhkan ide Rania ini dalam otakku. Gak ada yang lebih membahagiakan dan bikin semangat selain duduk di sudut kamar, mendengarkan High and Dry A1, memainkan tangan di keyboard dengan pikiran sepenuhnya terbang di dunia lain. Di Rania.

Oh God, dan kini gue ragu sama diri gue sendiri? Bisakah? Apakah ini bakal jadi seperti yang gue harapkan?
Keinginan besar seseorang ketika menulis pastinya  sukses menyampaikan apa yang ditulisnya kepada pembaca. Dan Ya Ampun, gue gak siap sama tanggapan orang, belum pastinya. Merasa minder, kecil, Nothing!

Gue tahu tulisan kali ini bertentangan sama diri gue banget, karena dalam hidup gue selalu berusaha ngasih motivasi yang baik sama orang lain terbebas dari apapun yang gue rasain. Dan kali ini ke-RENDAHDIRI-an gue ini bikin malu banget.

Tapi namanya manusia, feel so many reasons in their life, termasuk gue.
Nah, lupakan tentang Sir Arthur Conan Doyle yang begitu ajaib dengan pikiran Sherlock Holmesnya, atau J.K rowling dengan dunia sihirnya, atau Nicholas Sparks dengan nuansa romantisnya. Gue Cuma berharap jadi seorang Nikki dengan dunia Fantasinya. Itu! Itu yang selama ini ada di mimpiku. Bukan berarti aku nyamain dengan mereka karena Oh my Godness! Gue dan orang-orang di atas seperti langit dan bumi, inti bumi yang paling dalam *jauuuhhh banget!!!
Tapi dari semua ke-NEGATIF-an yang telah gue bagikan, gue merasa lebih berpikir positif setelahnya. Ya, menurut gue menulis itu adalah keindahan, kekayaan yang gak terhitung, Immortality. Jad dari sekian banyak hal itu, gue percaya gak ada yang buruk dengan menulis. Problem-nya ada dalam setting pikiran gue, dan seiring berjalannya waktu gue percaya bakal nemuin kepercayaan gue tentang menulis, gue bakal menemukan keyakinan yang gak lagi bakal bikin gue ragu sama tulisan gue sendiri.
Dan, terlepas dari itu semua! Gue tetep berpikir RANIA adalah hal paling baik dalam hidup gue yang pernah muncul di kepala Gue, hal paling baik yang Tuhan kasih buat gue. Dan bagaimanapun nasibnya nanti, apakah gue bakal duduk santai menyaksikan mereka (RANIA) dibaca oleh banyak orang atau berakhir hanya jadi sejarah diri gue sendiri. Itu gak jadi soal.
Inti dari semua hal gak penting yang gue tulis ini adalah tentang Kepercayaan. Gak akan ada yang tahu tentang nasib seseorang, tapi mungkin gue bisa menghibur diri gue sendiri sampai saat ini, mungkin sampai nanti, Who Knows? Ya. I believe in what I believe, dan selama aku melakukan hal yang membuat aku bahagia, aku rasa itu gak bakal mungkin membuat aku kecewa terlepas apapun hasilnya. Aku udah melalui proses yang begitu panjang dalam ini, dan belajar begitu banyak pelajaran. Itu intinya kan?
Aduh, jadi malu sendiri. Oh Ya, masu menyampaikan terimakasih banget sama kalian-kalian yang udah memotivasiku terus. Buat adikku yang setia banget dengerin ceritaku (satu-satunya orang yang tahu ending Novel ini selain Aku dan Tuhan). Untuk teman-teman yang selalu kasih semangat dan kepercayaannya sama aku.

I will try the best thing that I can do, I’ll never stop! Insya Allah :-)

Terimakasih Reader, *buang tissue

Sebagai ganti dari kerusakan mata kalian karena membaca tulisan ini, aku bakal menebusnya dengan chapter baru Rania Horeeee *sorak sorai sendirian.

Gak janji setelah ini, tapi pasti aku bakal semakin rajin di blog setelah ini toh dengan curhatan ngawur aku ataupun dengan chapter-chapter Rania pastinya.

PS : 30 menit aku diem bengong, sedangkan tulisan ini cuma ditulis dalam waktu kurang lebih 10 menit. Jadi tahukan bagaimana gue bisa begitu cerewet sama tulisan? =D

PS 2 : Judul ini berbau sarkasme ya, Guys! jangan diambi hati;-)
Thanks.
Salam Sayang.
Nikki.

|

0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 scribens de caelo !! All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.